Subsidi Pemerintah
Barita Terbaru - Pemerintah Indonesia dalam hal memberikan Kesejahteraan Sosial Ekonomi kepada Masyarakat, saat ini memberkan Tugas Khusus kepada PT.PLN(Persero) untuk melakukan Pendataan Pelanggan yang Kurang Mampu untuk menjadikan Rumah Tangga tersebut sebagai Sasaran Tepat untuk menikmati Subsidi Listrik oleh Pemerintah. Subsidi listrik akan ditujukan Kepada Masyarakat Golongan bawah yang menggunakan Daya 450 VA dan 900 VA.

Kebijakan Kesejahteraan Sosial Ekonomi ini harus kita dukung untuk membantu Pemerintah dalam membatasi pengeluaran Negara yang telah mengeluarkan dana untuk Subsidi Listrik saat ini.

Adapun isi berita yang yang kami kutip dari situs Resmi PLN yaitu sebagai berikut :

Mulai Hari Senin 18 Januari 2016, PT.PLN (Persero) akan melakukan pendataan pelanggan untuk Rumah Tangga Miskin dan Rentan yang menggunakan Daya 900 VA. Pendataan yang dilaksanakan PT.PLN(Persero) merupakan penugasan dari Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pendataan ini dilakukan dengan mencocokkan data pelanggan dengan data rumah tangga pada Basis Data Terpadu (BDT).

BDT adalah basis data yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), yang berisi data 40% rumah tangga dengan Kesejahteraan Sosial Ekonomi Terendah di Indonesia. Data yang diserahkan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan kepada PLN pada pertengahan Desember 2015 tersebut belum memiliki Nomor Identitas Pelanggan (IDPEL). Untuk itu, perlu dilakukan pencocokkan dengan data pelanggan, khususnya pelanggan dengan daya 900 VA. Hal ini lakukan agar subsidi listrik yang diberikan Pemerintah tepat sasaran, yaitu untuk rumah tangga miskin dan rentan.

“Mulai hari ini (18/1/2016) sampai pertengahan Maret 2016, PLN diberikan tugas untuk mendata pelanggan yang benar-benar kurang mampu berdasarkan data BDT yang dikelola oleh TNP2K. PLN berupaya menemukan IDPEL untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS) tersebut. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan bahwa rumah tangga penerima subsidi adalah yang benar-benar berhak,"Jelas Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun."

Untuk melakukan penugasan tersebut, PLN melakukan koordinasi yang solid dengan unit-unit PLN di seluruh Indonesia dan jajaran pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Proses pencocokkan data dimulai dengan pemilahan data rumah tangga kurang mampu per Provinsi, per Kabupaten, per Kecamatan, per Kelurahan/Desa, sesuai unit Wilayah/Distribusi PLN hingga ke Rayon. Pendataan hanya akan dilakukan oleh pegawai PLN yang membawa surat tugas dari PLN Pusat.

Pemilahan data tahap awal dilakukan berbasis Web Based – Intranet dengan menggunakan aplikasi yang memuat semua data elektronis rumah tangga kurang mampu berdasarkan pemutakhiran data BDT yang dikelola TNP2K. Selanjutnya, PLN akan melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah pelanggan untuk mengetahui IDPEL.

Saat ini Pemerintah Indonesia berupaya menerapkan pemberian subsidi listrik tepat sasaran, yaitu hanya bagi rumah tangga miskin dan rentan. Oleh karena itu, Pemerintah menugaskan PLN untuk memastikan data pelanggan rumah tangga golongan tarif R1/450 VA dan R1/900 VA adalah rumah tangga yang benar-benar berhak disubsidi sesuai data BDT. Pada 2016, Perbaikan Data Pelanggan tarif bersubsidi diprioritaskan pada pelanggan dengan daya 900 VA.

( Sumber : Situs Resmi PLN )