Motivasi Kerja adalah sangat penting bagi Anda, terutama bagi Anda yang ingin bertahan pada karir tertentu, maupun mengembangkan karir, bahkan untuk mencapai jenjang karir tertinggi. Tanpa motivasi kerja Anda tidak akan mendapatkan prestasi kerja yang tinggi yang akan berimbas pada kemajuan karir Anda.

Kebijakan Perusahaan Dapat Mempengarui Motivasi Kerja.

Seorang Pekerja dapat termotivasi untuk menjadi pekerja keras jika kebijakan perusahaan bisa menjamin kesuksesan terhadap karyawannya. Baik kebijakan dalam memberikan gaji, tunjangan, dan pensiun. Dampak dari kebijakan tersebut terhadap motivasi kerja biasanya hanya sekedar untuk bertahan. Tidak memberikan dampak yang begitu besar dalam peningkatakan kinerja.

Namun, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan masalah gaji, pensiun, dan tunjangan untuk memotivasi karyawan untuk mendapatkan kinerja terbaik. Kecuali, jika perusahaan mampu memberikan gaji selangit, jauh diatas rata-rata gaji, mungkin akan memiliki pengaruh. Saya katakan, mungkin. 

Faktor Imbalan atau Reward.

Jika dikelola dengan baik, sistem imbalan atau reward terhadap karyawan yang berprestasi akan memberikan dampak yang besar untuk peningkatan motivasi. 

Faktor kultur perusahaan.

Nah, yang ini, jangan dianggap sepele. Meski terlihat sederhana, tetapi masalah kultur perusahaan bisa memberikan dampak yang besar dalam peningkatan motivasi kerja. Kultur-kultur yang mengedepankan rasa hormat, kebersamaan, kejujuran, dan keakraban akan meningkatkan motivasi kerja cukup signifikan.

Faktor kondisi mental karyawan itu sendiri.

Ini yang terpenting. Jika seorang karyawan yang memiliki mental yang kuat, dia akan tetap memiliki motivasi kerja meski ketiga faktor diatas kurang mendukung. Mereka memiliki pikiran jauh ke depan. Pandangannya tidak sempit hanya saat ini saja. Mereka memiliki jiwa besar untuk tetap memberikan kontribusi sebaik mungkin. Sayangnya, faktor ini kadang terlewatkan baik oleh karyawannya sendiri maupun oleh perusahaan.