Kecelakaan Pesawat, Siapa yang tau akan benasip naas ?
Kecelakaan Pesawat - Meskipun terdengar menyeramkan dan tragis, sebenarnya kecelakaan pesawat jarang terjadi. Apalagi jika dibandingkan dengan banyaknya rute penerbangan dan pesawat yang lalu-lalang setiap harinya.

Data statistik menunjukkan bahwa kemungkinan seseorang dapat meninggal akibat kecelakaan pesawat adalah 1 berbanding 29,4 juta. Namun jika kecelakaan pesawat tidak dapat dihindari, kemungkinan seseorang untuk dapat selamat hanya 20%.

Saat Anda berencana untuk melakukan perjalanan jauh, pastinya Anda merencanakan menggunakan transportasi Udara, apalagi jika perjalanannya antar provinsi bahkan antar negara.

Mungkin untuk Anda yang sudah sering bepergian menggunakan pesawat selalu menyaksikan Pramugari atau awak kabin memperagakan Petunjuk Keselamatan sesaat sebelum lepas landas (take off). Namun sebagian orang menganggap hal itu merupakan biasa-biasa saja, yang perlu Anda ketahui adalah jika terjadi kecelakaan pesawat, semua orang akan panik terutama jika petugas telah memberikan petunjuk bahwa pesawat yang ditumpangi akan mengalami kecelakaan. 

Nah, oleh karena itu, Setiap penerbangan ada baiknya Anda mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk memperbesar kemungkinan selamat –seandainya berada di dalam suatu kecelakaan pesawat. Berikut hal-hal yang harus dilakukan :

Baca Kartu Petunjuk yang disediakan oleh Maskapai Penerbangan

Mungkin Anda berpikir, “Ah, saya sudah berkali-kali naik pesawat. Petunjuk keselamatan penerbangannya sama saja kan?”
Anda Salah
Kartu petunjuk keselamatan penumpang untuk setiap pesawat berbeda-beda. Bahkan untuk suatu rute penerbangan yang sama, pesawatnya pun bisa berubah.

Penting untuk memperhatikan petunjuk pramugari atau awak kabin yang sedang melakukan praktek keselamatan dan membaca kartu keselamatan sebelum pesawat lepas landas. Selain itu, akan membantu jika Anda juga menghitung jumlah baris yang memisahkan kursi Anda dengan pintu darurat sebelum pesawat lepas landas.

Dimana Kursi yang “Aman” ?

Berdasarkan data statistik, penumpang yang duduk di kursi belakang (di bagian belakang sayap pesawat) memiliki kemungkinan selamat yang lebih besar dibandingkan dengan penumpang lainnya, yaitu sebesar 69%. Sementara itu, penumpang yang duduk di bagian sayap hanya 56%, dan di depan 49%.

Mengenakan Pakaian Praktis

Saat bepergian dengan Pesawat, Anda sebaiknya mengenakan pakaian yang praktis. Hal ini akan memudahkan Anda jika harus bersiap untuk evakuasi dari pesawat. Pakai praktis seperti kaos, celana jeans panjang, dan sepatu yang nyaman akan sangat membantu. Hindari mengenakan sepatu hak tinggi atau sandal jepit.

Anda Harus Mempersiapkan Posisi

Ketika pesawat akan jatuh, pastikan Anda berada dalam posisi tepat yang aman dan dapat melindungi tubuh dari trauma. Condongkan posisi tubuh Anda ke depan, dan peluk tungkai atau posisikan tangan Anda di kursi depan Anda.

Jauhkan segala benda tajam dan keras yang dapat melukai Anda. Akan lebih baik jika menaruh bagasi kabin di bawah kursi atau di depan Anda, karena bagasi dapat berisiko jatuh jika masih diletakkan di kompartemen di atas kepala Anda.

Gunakan Masker Oksigen saat kehilangan tekanan udara dalam kabin, saat masker jatuh

Jika kadar oksigen di pesawat turun, masker oksigen akan muncul dengan sendirinya. Waktu untuk mengenakan masker oksigen sebelum Anda kehilangan kesadaran sangat sempit, bisa kurang dari 1 menit. Oleh karena itu, kenakan dulu masker pada diri Anda sendiri, barulah menolong orang lain. 

Anda harus melupakan barang bawaan, dan Gerak Cepat

Jika Anda harus mengevakuasi pesawat, lakukan dengan segera. Waktu terbaik untuk menyelamatkan diri dari pesawat hanyalah 2 menit. Oleh karena itu, tinggalkan segala barang bawaan Anda. Bawalah barang penting yang dapat dimasukkan ke saku Anda.

Semoga bermanfaat, Karena tidak seorangpun manusia yang tau akan ajalnya masing-masing. Oleh karena itu, sebelum terlambat alangkah baikntya