Kisah Sedih Gempa Pidie Jaya, 07 Desember 2016 - Ketika Ajal Tidak Mempersatukan Kita
Gambar : Evakuasi Gempa Aceh
Kisah Sedih Gempa Aceh - Pada Rabu 07 Desember 2016, Seusai Gempa berkekuatan 6,4 SR, Seorang calon pengantin meninggal dunia akibat tertimpa bangunan toko tempat tinggalnya. Calon pengantin bernama Suharnas atau yang sering disapa Nas (31 Tahun) itu rencananya akan mengadakan pesta di rumah calon istrinya di Meurah Dua, Pidie Jaya. Nas tinggal di tokonya di pusat pertokoan di Meureudu, Pidie Jaya, Aceh. Calon linto baro yang berasal dari Padang itu sudah menghubungi keluarganya jauh-jauh dari Padang untuk datang ke Aceh menghadiri momen paling bersejarah ini. Keluarganya yang berada di beberapa kabupaten pun telah berdatangan ke tempatnya itu. Keluarga calon linto baro sudah tiba di Aceh dan mereka semua menginap di sebuah toko tempat tinggal Nas. Bisa jadi, diantara mereka ada yang baru kali ini datang ke Aceh, sambil menghadiri Majelis akad nikah keluarganya.

Namun ternyata Allah berkehendak lain. Dimana tidak ada seorang pun yang dapat mengelak dari takdir Allah berupa kematian yang telah dijanjikan pada waktu dan tempatnya. Allah sudah menakdirkan bahwa keluarga ini meninggal di tempat dan hari yang sama. Meski sebelumnya tidak pernah berencana untuk pergi ke Aceh, apalagi terbayang akan meninggal di sini, namun saat garisan takdir seperti itu, tidak ada yang dapat menolaknya. Mereka semuanya meninggal dalam reruntuhan bangunan akibat gempa yang terjadi subuh tadi.

"Informasinya Nas meninggal. Sayang padahal besok dia menikah. Saya juga mendapatkan undangannya," kata seorang warga bernama Said Husen saat ditemui di lokasi, Rabu (7/12/2016). Husen berjualan tidak jauh dari tempat tinggal Nas tersebut. Dia bahkan sempat melihat ruko tersebut ambruk dalam hitungan menit. Menurutnya, warga sekitar tidak dapat berbuat banyak karena listrik langsung padam ketika gempa terjadi.

Jenazah Nas telah dievakuasi dari bawah reruntuhan bangunan sekitar pukul 09.30 WIB. Alat berat pun telah berada di lokasi untuk mencari korban lainnya.

Sedangkan, Keluarga calon mempelai wanita bernama Yusra Fitriani, warga Desa Dayah Timur, Kec. Meureudu, Pidie Jaya sudah sangat siap untuk mengadakan acara Preh Linto Baro sekaligus akad nikah yang rencananya akan diselenggarakan besok hari kamis 8/12/2016. Undangan sudah disebar, teratak sudah terpasang, demikian juga dengan persiapan pesta yang sudah sangat matang.

Mempelai wanita sedang menanti calon imamnya, begitu juga calon linto baru sudah siap untuk menambah beban dan tanggung jawab dalam hidupnya sebagai kepala keluarga. Musibah ini tentu saja menyisakan duka mendalam bagi seluruh keluarga besar calon mempelai pria. Demikian halnya dengan keluarga calon mempelai wanita, mereka tentu harus bersabar atas gagalnya apa yang direncanakan, karena Allah berkehendak yang lain.

Kita doakan keluarga yang mengalami musibah diberi ketabahan oleh Allah. Dan ini pelajaran bagi kita bahwa kematian bisa saja datang tiba-tiba, tanpa diduga dan disangka. Karena itu, setiap saat kita dituntut untuk selalu mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian, dan menjalani kehidupan setelahnya yang lebih panjang dan abadi.