Banda Aceh – Satu dekade lebih bencana dan musibah gempa Tsunami melanda Aceh dan tepat 26 Desember mendatang, kita akan kembali memperingati kejadian maha dahsyat ini genap 12 tahun.

Peringatan 12 tahun bencana Tsunami di Aceh kali ini akan dipusatkan di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh pada hari Senin, 26 Desember 2016. Masjid Baiturrahim Ulee Lheue yang didirikan sekitar abad ke-17 masa Kesultanan Aceh juga tidak luput dari hantaman gelombang Tsunami, namun menjadi satu-satunya bangunan yang mampu berdiri tegak dan saksi sejarah serta menjadi ikon kebangkitan masyarakat setempat.  Peringatan 12 tahun tsunami dilakukan dengan doa bersama masyarakat dan tausyiah agama.
Beberapa kegiatan utama dalam rangka Peringatan 12 Tahun Tsunami di Aceh meliputi:

  1. Zikir, Doa dan Santunan Anak Yatim yang akan dipimpin oleh Ust. Tgk. Jamhuri Ramli SQ pada hari Minggu, 25 Desember pukul 08.30 WIB di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh;
  2. Ziarah ke Kuburan Massal pada hari Senin, 26 Desember pukul 07.30 WIB di Kuburan Massal Ulee Lheue – Banda Aceh;
  3. Upacara Peringatan Tsunami pada hari Senin, 26 Desember pukul 09.00 WIB di Masjid Baiturrahim Ulee Lheue – Banda Aceh;
  4. Tausyiah Tsunami yang akan disampaikan oleh Ust. Bachtiar Nasir, Lc dan makan siang (kenduri) bersama masyarakat.

Terlepas dari Pada Acara Peringatan 12 Tahun Tsunami Aceh, Gampong Lampulo Kota Banda Aceh mengadakan Acara Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAM 1438 H yang diisi oleh Imam besar Front Pembela Islam (FPI) DR.Habib Rizieq bin Husein Shihab Lc.MA, Setelah pelaksanaan shalat Isya bertempat di Pelabuhan Baru Samudera Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW kali ini diusung dengan tema 'Aceh yang Bersyariat Merupakan Modal Penyelamat NKRI dari Bahaya Komunisme', ungkap Fajri M.Jafar selaku Ketua Panitia Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW 1438 H, Gampong Lampulo.