Anggota Komisi III DPR RI, mempertanyakan Kebijakan Polri yang menghimbau masyarakat menyerahkan buku Jokowi Undercover.
Beritaitu.com, Senayan Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik mempertanyakan kebijakan Polri yang menghimbau masyarakat menyerahkan buku Jokowi Undercover. Pasalnya, pengadilan belum menetapkan bahwa buku tersebut merupakan buku terlarang.
“Saya agak heran, institusi kepolisian meminta masyarakat menyerahkan buku itu. Ini agak aneh, pengadilan belum menyatakan buku itu terlarang. Yang berhak menyatakan buku itu terlarang hanya pengadilan. Jadi belum ada ketetapan hokum bahwa buku itu merupakan buku terlarang,”ungkap Erma sesaat sebelum rapat Panja KUHP Buku II di ruang rapat Komisi III, DPR RI, Senayan Jakarta, Senin (16/1).
Dulu jaman pemerintahan SBY, lanjut Irma, pernah ada Buku Gurita Cikeas yang mencoba mengritik SBY. Namun penulis dan penerbitnya tidak ditangkap. SBY kemudian membuat buku tandingan yang mencoba menjawab segala yang dituduhkan.
“Jadi menurut hemat saya, kalau ada kritik dalam bentuk buku, maka jawablah dalam bentuk buku juga. Jangan ditangkap orangnya. Ungkapkan dalam buku itu lengkap dengan data dan fakta yang ada,” tegasnya.
Selain itu, jikapun kemudian buku tersebut dikatakan mengandung fitnah, maka yang berhak melaporkan hal tersebut adalah Presiden. Karena Presiden lah yang diduga difitnah oleh buku tersebut. Sehingga, Irma menilai pemerintah saat ini agak berlebihan.

Jika kemudian setiap buku yang mengritik pemerintah ditangkap, maka Irma khawatir lama-lama orang tidak akan berani menulis dan menerbitkan lagi. Sehingga tidak ada lagi kebebasan menyampaikan ide, pendapat dan gagasan, bahkan kritikan.

Lebih lanjut Politisi dari fraksi Partai Demokrat ini ke depan akan menanyakan hal tersebut kepada Kapolri dalam rapat kerja mendatang. Karena, jelas-jelas belum ada ketetapan hokum dari pengadilan yang mengatakan bahwa buku tersebut merupakan buku terlarang.

Sebagaimana diketahui Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Rikwanto beberapa hari sebelumnya, menghimbau masyarakat yang memiliki Buku Jokowi Undercover segera mengembalikan buku tersebut ke kepolisian.

Cover Buku JOKOWI UNDERCOVER

Buku JOKOWI UNDERCOVER