Seputar Islam - Belum genap dua tahun setelah melampiaskan kebengisan di Baghdad dengan meruntuhkan Daulah Abbasiyah pada Februari 1258 M, pasukan berkuda kekaisaran Khan dari Mongol yang dikenal garang ini, pada Januari 1260 M, memasuki Aleppo-Suriah untuk melakukan hal yang sama. Maka sedikit demi sedikit, kota-kota kaum Muslimin di Bumi Syam mulai berjatuhan, pintu-pintu gerbang Damaskus terbuka, bahkan Nablus dan Gaza pun direbut secara paksa.

Merasa tidak puas dan termakan euforia kemenangan beruntun, para prajurit dari kekaisaran Khan ini, melanjutkan pergerakkan mereka, penuh ambisi menaklukkan wilayah-wilayah yang tidak mau tunduk. Dan kali ini, yang menjadi lawan mereka adalah orang-orang Mamalik, penguasa Mesir dari kalangan budak yang terdidik.

Wait and see...membaca situasi dan memanfaatkannya dengan baik, adalah kaedah perang paling dasar yang diterapkan Saifuddin Quthuz sang panglima nan cerdik. Saifuddin Quthuz tidak menyia-nyiakan kesempatan begitu melihat Hulaghu Khan pulang ke Mongol bersama sebagian besar tentaranya untuk mengatasi masalah internal. Dan Hulaghu pun salah besar ketika ia merasa cukup akan mendulang kemenangan atas Mesir dengan meninggalkan 10 sampai 20 ribu pasukan saja. Alih-alih mengalami efek domino, tentara Mongol yang sebelumnya selalu menang dalam setiap pertempuran, harus menerima kekalahan setelah terjebak dan memakan umpan yang dilemparkan Quthuz kepada mereka, yaitu: sekelompok pasukan kecil yang menyerang lebih dahulu demi mengalihkan fokus dari pasukan lebih besar yang bersembunyi di bebukitan.

Syifaaush shuduur...kemenangan Mamalik atas Mongol, menjadi pelipur lara setelah sekian kekalahan yang menimpa umat Islam. Pada September 1260, 'Ain Jalut; Dataran Esdrelon yang konon berdekatan dengan kota kuno Megido, menjadi saksi terhinanya orang-orang Mongol yang sejak itu mereka tak berani lagi mengusik Mesir. Bahkan, di hari kemudian, imbas positif dari kekalahan ini, keturunan Khan agung memeluk Islam dan melindunginya. Dalam sejarah mereka dikenal sebagai; ilkhanate.
PEPERANGAN MAMALIK VS MONGOL
Ilustrasi Gambar Sumber : Muhammad Faishal Fadhli

Penulis: Muhammad Faishal Fadhli.
Pekerjaan: Mu'allim di Ma'had 'Aly Darusy Syahadah.
Asal : Boyolali