Berita Islam - Pada masa lalu di era Dinasti Utsmaniyah, di setiap pintu rumah-rumah tersedia dua gagang pengetuk pintu, Ukurannya berbeda satu dengan lainnya, yang satu berukuran besar, yang satu lagi kecil. Hal tersebut bukan tanpa alasan, tetapi kegunaan kedua Gagang pengetuk itu bertujuan sama namun yang menggunakannya berbeda.

Jika ada orang datang mengetuk dengan gagang yang besar, itu tandanya yang datang adalah seorang lelaki, maka lelaki penghuni rumah-lah yang akan datang membukakan pintu. Namun jika orang yang datang mengetuk dengan gagang pintu kecil, itu artinya ia adalah seorang perempuan, maka perempuan penghuni rumah pun yang akan menghampiri dan membukakan pintu.

Dulu, di Era Utsmaniyah, apabila ada orang yang sakit maka ia akan meletakkan serangkai Mawar Merah di depan pintu rumahnya, dengan demikian orang-orang akan tahu bahwa di dalam rumah tersebut sedang ada orang yang sakit, sehingga para penjual yang lewat atau orang-orang yang melintas tidak menimbulkan suara keras dan apalagi menimbulkan kegaduhan.
Saat di mana umat Islam memiliki Etika, Norma dan Toleransi.

Sumber : Yusuf Al-Amien