Bayi berusia lima bulan positif terpapar narkoba
Ilustrasi Gamber : google.com
Beritaitu.com, Kesehatan - Kisah tentang narkoba seakan tidak ada habisnya. Seperti yang baru-baru ini ditemukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) provinsi Kalimantan Tengah. Bayi berusia lima bulan positif terpapar narkoba. Sungguh malang nasib bayi yang satu ini. Di usianya yang masih sangat belia, ia sudah harus berurusan dengan narkoba. Tudingan terarah pada orangtua bayi yang mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Sabu (methamphetamine) memiliki bentuk yang hampir menyerupai kristal, gula ataupun garam, tidak berwarna serta tidak berbau. Seperti narkoba jenis lain, sabu banyak menimbulkan dampak negatif bagi tubuh orang yang mengonsumsinya.
Beberapa dampak negatif sabu, antara lain:
  • Gelisah, tidak bisa tenang
  • Gangguan cemas
  • Depresi
  • Semangat yang terlalu tinggi
  • Agresif
  • Halusinasi
  • Sensitif, atau mudah tersinggung
Bayi malang itu diduga terpapar narkoba jenis sabu akibat ulah sang ibu. Sebab, jika seorang ibu mengonsumsi sabu, maka zat berbahaya yang ada di dalam sabu akan masuk dan mengendap di dalam tubuhnya.

Jika ibu tersebut menjadi pecandu sabu saat mengandung, maka kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah sangat mungkin terjadi. Saat ibu tersebut masuk ke dalam fase menyusui, bayi bisa ikut terpapar, karena methamphetamine ikut tercampur bersama air susu ibu.

Paparan methamphetamine pada 1 bulan pertama kehidupan bayi dapat memengaruhi perkembangan bayi. Akibatnya, bayi menjadi rewel, mudah gelisah, serta keinginannya untuk menyusu menjadi berkurang di mana ini akan memengaruhi berat badan bayi.

Selain itu, bayi juga berisiko terkena SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian mendadak. Bayi dengan orangtua pecandu sabu pun cenderung terlantar. Ini karena ibu yang mengonsumsi sabu cenderung mengalami kesulitan merawat, terkait gangguan emosi yang dialaminya.

Dengan begitu, bukan hanya diri sendiri saja yang sehat, tetapi keluarga dan lingkungan Anda juga.