kegiatan Ceumecah Heritage Pulau Rubiah
Beritaitu.com, Sabang - Masyarakat Gampong Iboih Kecamatan Sukakarya Kota Sabang, menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan pembersihan situs sejarah, karantina Haji tertua di Nusantara, yang berlokasi di pulau rubiah, salah satu pulau di desa tersebut.

Selain memiliki pantai yang indah serta alam bawah laut yang diperhitungkan di tingkat dunia, hal yang tidak boleh terlupakan dari pulau Rubiah tersebut adalah karantina haji yang pernah terkenal di masa lalu itu.

Demikian diungkapkan Ulee Jurong atau Kepala Dusun Teuping Layeu desa Iboih, Muslem, saat di wawancarai usai kegiatan Ceumecah Heritage Pulau Rubiah, yang digelar komunitas dan masyarakat peduli cagar budaya kota Sabang.
Kami antusias menyambut peserta yang sudi menjaga situs sejarah ini. Kami berharap banguanan ini tetap berdiri, supaya jangan hilang sejarahnya. Seharusnya situs seperti ini, pemerintah harus menjaga lebih baik.” Ujar Muslem (24/03/2017).
Lebih lanjut diterangkannya, setelah dilakukan direnovasi beberapa tahun lalu oleh pihak pemerintah, bangunan tua yang sementinya menjadi aset bernilai jual tinggi ini kembali tidak terpelihara, sehingga rusak dan sulit diakses oleh wisatawan yang gemar dengan wisata sejarah, dikarenakan telah tertutup semak belukar yang cukup lebat.
Setelah direnovasi kembali, setelah itu tidak ada yang mengurus lagi. Makanya terjadi seperti ini. Seharusnya ada pengurusnya, penjaganya lah.” ungkap Muslim.
Harapnya, dengan adanya aksi yang dilakukan komunitas dan masyarakat peduli cagar budaya kota Sabang ini, akan dapat membuka mata semua pihak, khususnya instansi terkait, untuk lebih perduli terhadap situs sejarah yang ada di seluruh kota Sabang, tak terkecuali yang berlokasi di Gampong Iboih.