Beritaitu.com, Jakarta - Baru-baru ini publik dihebohkan kasus bunuh diri yang dilakukan Indra dan manajer JKT 48. Apa faktor pemicu orang melakukan hal tersebut?
Faktor pemicu seseorang melakukan bunuh diri
Bunuh diri kerap dijadikan jalan keluar dari permasalahan hidup di dunia. Organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat, terdapat peningkatan angka bunuh diri yang cukup signifikan di Indonesia.

Tahun 2010 angka bunuh diri mencapai 5000 kasus per tahun. Sementara pada tahun 2012, jumlah tersebut meningkat dua kali lipat menjadi 10.000 kasus per tahun. Menariknya, kasus bunuh diri ini sendiri lebih banyak terjadi pada negara berpenghasilan tinggi ketimbang negara berpenghasilan rendah.

Menurut Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI, dr. Eka Viora, Sp.KJ., bunuh diri telah menjadi penyebab kematian secara global nomor 5 di seluruh dunia. Hal ini terutama banyak dilakukan oleh mereka yang masih dalam usia produktif.

Di seluruh dunia, tercatat satu orang melakukan bunuh diri setiap 40 detik. Angka yang fantastis, bukan? Saking banyaknya, jumlah orang yang meninggal akibat bunuh diri tercatat lebih banyak daripada orang yang tutup usia akibat pembunuhan atau peperangan.

Faktor pemicu seseorang melakukan bunuh diri:

Putus Cinta

Cinta merupakan perasaan dasar yang dianggap sangat kuat dan dirasakan sangat penting bagi sebagian besar manusia. Akibatnya, kekecewaan dan kesedihan karena kehilangan orang yang disayangi mampu mendorong seseorang untuk mencabut nyawanya sendiri.

Mulai dari gadis SMP usia 14 tahun hingga laki-laki dewasa berusia 35 tahun, pernah dikabarkan melakukan bunuh diri akibat putus cinta.
Masalah Ekonomi
Krisis ekonomi yang menghimpit Indonesia kian dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Saking sudah putus asanya, mereka nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Mulai dari kasus sepasang ibu dan anak yang sama-sama bunuh diri dengan menenggak racun tikus, hingga seorang satpam yang bunuh diri karena sudah 3 bulan gajinya tidak dibayarkan oleh perusahaannya tercatat pernah terjadi.

Masalah Pekerjaan

Ini adalah kasus bunuh diri teranyar yang santer beredar di televisi, internet, dan surat kabar. Manajer grup musik JKT 48, Inao Jiro, 48 tahun, ditemukan gantung diri di kamar mandi rumahnya di Tangerang.

Warga berkebangsaan Jepang ini diduga bunuh diri karena stres akan beban pekerjaannya yang terlalu berat dan menumpuk.

Masalah Keluarga

Sebelum kasus bunuh diri Inao Jiro mencuat, publik telah lebih dulu dihebohkan dengan adanya ‘siaran langsung’ bunuh diri di Facebook dengan Indra sebagai aktor utamanya. Pahinggar Indrawan – nama lengkap Indra – diduga bunuh diri akibat ditinggalkan oleh istri dan anaknya.

Sakit Berkepanjangan

Kesehatan mahal harganya. Ketika seseorang sakit, bukan hanya fisiknya saja yang merasakan, namun juga kantongnya. Hal itulah yang dirasakan oleh beberapa orang yang memutuskan untuk bunuh diri karena tidak tahan lagi menahan sakit yang berkepanjangan.

Tak kuat lagi mengalami sakit menahun yang tak kunjung sembuh juga, mulai dari pemuda 36 tahun hingga kakek 70 tahun nekat bunuh diri. Tak hanya itu, karena tidak mampu membayar biaya pengobatan penyakitnya yang menahun, seorang pria juga nekat bunuh diri.

Agama sendiri melarang tindakan bunuh diri. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan moral dari pihak keluarga apabila sanak saudara terindikasi salah satu faktor yang menjadi pemicu seseorang melakukan bunuh diri.