Beritaitu.com, Medan - Polres Pelabuhan Belawan Sumatera Utara serius dan bekerja keras menyelidiki pembunuhan sadis satu keluarga yang terjadi di jalan Mangaan, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, Minggu dini hari, 9 April 2017. Lima tewas dan satu orang dilaporkan kritis.
Sekeluarga Dibunuh secara sadis di Medan Deli, Sumatera Utara

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Rina Sari Ginting menjelaskan kasus pembunuhan tersebut menggegerkan masyarakat kota Medan dan mendapat perhatian serius dari pimpinan Polda Sumut.
Kita sedang terus melakukan penyelidikan terhadap kasus keji yang menimpa satu keluarga tersebut. Petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti lainnya.” ujar Kombes Rina.
Berdasarkan informasi, kelima korban-korban pembunuhan sadis adalah pasangan suami istri yaitu Rianto (40) dan Sri Ariyani (40), kedua anaknya, Naya (14) dan Gilang Laksono (10) serta mertua Rianto, Sumarni (60).

Sementara, putri bungsu pasangan Rianto dan Yani, Kirana (4), kritis. Dia masih menjalani perawatan di RS Mitra Medika, Jalan KL Yos Sudarso, Tanjung Mulia, Medan.

Kombes Rina menjelaskan kronologi kejadian pembunuhan sadis ini. Pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat telah ditemukan lima mayat yang tergeletak di Jalan Mangaan, Gang Banteng, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan. Ternyata, masih ada satu korban yaitu anak perempuan berusia 4 tahun dalam keadaan kritis.
Satu korban yang kritis dilarikan pihak keluarga ke Rumah Sakit Medika,” ujar Kombes Rina pada Minggu, 9 April 2017.
Berdasarkan keterangan saksi yang juga tetangga, bernama Spripim (40), menyebut saat itu sekitar pukul 08.30 Wib saksi memanggil korban dari luar rumah. Saat itu saksi Spripim hendak mengajak tetangga korban, Sahria alias Ibu Isa (40) berbelanja. Saksi Spripim melihat rumah korban, yang bersebelahan dengan rumah Sahria, lampunya sampai siang belum juga dimatikan, Spripim terus memanggil. Tak ada sahutan, Spripim akhirnya masuk lewat pintu samping rumah korban.
Saksi langsung terkejut ketika melihat lantai rumah sudah bersimbah darah,” tuturnya.
Sementara itu berdasarkan, keterangan saksi Sahria tetangga korban tersebut, diketahui sempat ada tamu yang mampir ke rumah korban pada Sabtu malam, 8 April 2017 sekitar pukul 23.30 WIB. Menurut pengetahuannya, tamu tersebut berjalan kaki. Ia tak curiga karena keluarga korban biasa menerima tamu waktu tengah malam.
Saksi sempat mendengar perkataan dari korban Rianto yang mengatakan ‘Kok enggak nelpon kau’. Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB, saksi mendengar suara sepeda motor matik ngebut di depan rumah saksi, Anak saksi lihat keluar namun tidak melihat apa-apa,” ujarnya.
Hingga sekarang, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi lain.

Pembunuhan yang belum diketahui motifnya ini membuat warga sekitar geger dan mendatangi lokasi kejadian tersebut. Polisi sudah memasang police line di lokasi kejadian. Jenazah korban dibawa ke Rumah sakit Bhayangkara Medan untuk proses autopsi jenazah.

Sumber informasi : Tribratanews Polri