Beritaitu.com, Banda Aceh - Dua tersangka kasus pencurian yang selama ini beroperasi di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh diamankan di Mapolresta Banda Aceh. Keduanya merupakan spesialis pembobol toko dan rumah yang ditinggal pergi pemiliknya.
Tersangka yang kami amankan itu yakni SH (23), warga Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar dan AF (20), wraga Indrapuri Aceh Besar,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol T Saladin SH melalui Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Raja Gunawan, Minggu (9/4).
Spesialis "Cungke Rumoh dan Toko" diamankan Polisi

Dijelaskannya, kedua tersangka ditangkap warga Samahani, Aceh Besar, karena gerak-geriknya mencurigakan. 
Setelah ditangkap, keduanya diserahkan warga ke Polsek setempat,” katanya.
Dari hasil pengembangan pihaknya, kedua pria tersebut merupakan komplotan spesialis pembobol toko dan rumah kosong.
Selama dua bulan terakhir, SH dan AF berhasil membobol sedikitnya 15 toko dan rumah yang ditinggalkan pemiliknya,” sebut Raja Gunawan.
Komplotan itu, antara lain membobol rumah di Komplek Kesehatan, Desa Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Lalu rumah di Komplek BPD Desa Geu Gajah, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. 
Mereka juga beraksi di Toko Kedai Selam, Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh,” papar Raja Gunawan.
Kemudian membobol sebuh rumah dan warung bakso di Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh. Tidak berselang lama, SH dan komplotannya kembali membobol dua rumah di belakang Stasiun TVRI, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.
Kemudian membobol toko parfum di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, serta beraksi di jembatan Indrapuri dan membobol sebuah dorsmeer di Seulimum. Mereka lalu beraksi di kawasan Sare, Aceh Besar,” bebernya.
Kompolotan tersebut juga membobol toko ponsel di Aneuk Gle Indrapuri, toko stiker di Samahani dan toko stiker di Sibreh, Kabupaten Aceh Besar. “Selanjutnya beraksi di kedai jual mie di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, serta membobol sebuah toko service elektronik di Gampong Emperon, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh,” ungkap Raja Gunawan.

Menurut dia, pelaku mengambil semua barang-barang milik korban, seperti televisi, laptop, koper, AC, spring bed, dan barang berharga lainnya. “Bahkan, mereka mengambil pintu kamar mandi dan jendela dengan cara membongkar,” katanya.

Dari pengakuan tersangka, barang-barang hasil curian itu biasanya dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran.
Mereka juga sudah menyiapkan bungker untuk menyimpan barang-barang hasil curian yang belum terjual,” sebutnya.
Dalam menjalankan aksi tersebut, papar Raja Gunawan, pelaku mengunakan mobil rental yang sudah dicopot tempat duduknya.
Mobil yang mereka gunakan hanya ada bangku sopir, selebihnya sudah dicopot untuk memudahkan mengangkut barang-barang hasil curian,” katanya.
Raja Gunawan menambahkan, komplotan itu juga memiliki kelengkapan alat pembongkaran rumah atau toko seperti obeng plus minus, tang kombinasi, tang kakak tua besar, dan peralatan lainnya. 
Mereka tidak saja beraksi di malam hari, tapi juga di siang hari bila keadaan di sekitar TKP sedang sepi,” ujarnya.
Raja Gunawan memperkirakan, kerugian masing-masing korban mencapai Rp 25 juta hingga Rp50 juta.
Ada salah satu korban yang mengalami kerugian sebesar Rp 50 juta, semua barang dagangannya digasak komplotan itu,” imbuhnya.
Sumber informasi Tribratanews Aceh