Aceh adalah salah satu daerah yang melaksanakan syariat islam secara kaffah melalui perturan perundang undangan yang mengkhususkan aceh sebagai daerah otonomi khusus Hampir dapat dipastikan bahwa konflik selama ini yang terjadi di aceh, bukan karena persoalan agama melainkan persoalan Keadilan yang dianggap belum membumi di negeri Aceh tecinta.

Sejak dulu hingga sekarang aceh hidup dengan keberagamannya, 6 agama yang diakui oleh Indonesia ada di Aceh, namun kami rakyat aceh tidak pernah membawa persoalan ini menjadi persoalan yang memantik kami untuk berkonflik, karena kami paham betul maksud dari TOLERANSI!!

Dari kecil hingga sekarang, tidak sedikit teman teman kami yang berasal dari agama lain, bahkan mereka juga warga keturunan, namun kami tidak pernah mempermasalahkan agama mereka, siapa mereka, dan dari mana asal mereka, karena kami memahami makna TOLERANSI.

Mereka yang minoritas di Aceh hidup berdampingan, menghormati kami sebagai rakyat aceh bukan karena alasan kami sebagai mayoritas islam melainkan mereka menghormati kami karena islam itu memberikan keadilan kepada mereka Dengan cara apa ?
Dengan cara menerapkan pemahaman yang terdapat didalam Al Quran melalui Surah  Al-Kāfirūn : Ayat 6
Lakum Dinnukim Waliyadin"
"Untuk mu agamamu, dan untukku lah, agamaku". Itulah makna TOLERANSI!!
Bukan karena kami memegang teguh prinsip toleransi yang kami pahami sebagai aqidah pedoman hidup yakni Al Quran sehingga kami dianggap sebagai bahagian yang tidak NKRI, justru kami menerapkan NKRI jauh dari mereka yang memahami maksud NKRI!!

Jangan ajarkan kami untuk memahami NKRI, karena kami telah belajar untuk memahami NKRI dari makna keadilan itu sendiri, Mulai dari masa kemerdekaan kami rakyat aceh jauh lebih NKRI dengan menyumbangkan emas dan harta kami untuk NKRI, bahkan disaat konflik berkecamuk kami juga meminta untuk menerapkan NKRI se RI- RI nya dengan cara apa ? 
Dengan cara menerapkan kekhususan bagi kami rakyat aceh untuk dapat melaksanakan kekhususannya melalui otonomi khusus..

Lantas apakah kami rakyat aceh tidak Pancasilais? 
Justru kami lebih Pancasilais, karena kami yang terlebih dahulu menerapkan pancasila itu kedalam ruh hati masyarakat kami yakni menerapkan syariat islam sesuai pedoman kami melalui sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan menghormati mereka yang minoritas karena alasan sila pertama ini juga berlaku bagi mereka yang beragama berbeda dari kami sebagai mayoritas..

Apakah kami tidak bisa hidup berdampingan ? 
Jawabannya silahkan saja teman teman yang merasa paling NKRI datang ke Aceh melihat Fakta yang sesungguhnya, justru kami menyayangkan kepada mereka yang merasa paling NKRI selalu menyoroti persoalan pelaksanaan syariat islam di aceh dengan meminta penghapusan cambuk dan syariat islam, padahal mereka sendiri belum pernah ke Aceh dan melihat aceh dari dekat..

Silahkan anda yang merasa paling NKRI datang pada bulan ramadhan ke Aceh, pahami maksud dari ramadhan itu sendiri dalam keseharian masyarakat Aceh. Jangan hanya asal BUNYI bila tidak memahami kami.

Sekarang siapa menurut anda yang paling TOLERAN memahami NKRI? 
Silahkan anda yang menjawabnya sendiri.

Penulis : Erlanda Juliansyah Putra, S.H.,.M.H