Tahukah kita bahwa ambisi Israel adalah menguasai Mesjid Al-Aqsa, menghancurkannya dan mendirikan tempat ibadah mereka di atas reruntuhannya, meskipun keyakinan tradisional mereka ada yang melarang untuk beribadah di wilayah itu.

Israel bermaksud membangun “Solomon Temple” (Kuil Sulaiman) pada bekas reruntuhan Al Aqsa. Umat Yahudi meyakini dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) bahwa akan datang di akhir zaman seorang yang mereka anggap sebagai dewa penolong Yahudi yang dinamakan “Messiah” (Al Masih, dalam bahasa Arab) apabila mereka mengadakan ritual agama di Solomon Temple dengan mempersembahkan sapi betina berwarna merah. (The Guardian Magazine). 

Bagi umat Yahudi, mereka meyakini bahwa sebentar lagi kiamat bagi bangsa yahudi akan tiba dan mereka kini menanti Juru Selamat mereka yang disebut Messiah. Umat Islam mengenalnya sebagai Gembong Kejahatan, Massihud Dajjal.
Lingkaran Kuning ( Dinding Ratapan ) / Kotak Merah ( Masjid Al-Aqsa )
Sebagaimana yang diberitakan dalam hadits-hadits tentang peristiwa akhir zaman, umat Islam pun kini sedang menanti datangnya seorang pemimpin yang adil, yang bergelar Al Mahdi. Allah subhanahu wata'ala akan menurunkan Nabi Isa Alaihi Salam, yang akan membunuh Dajjal, menghancurkan palang-palang salib dan meluruskan ajaran Nasrani serta meneguhkan agama Islam sebagai Dienul Haq di akhir zaman ini. Nabi Isa A.S akan membenarkan syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wasallam.
Allah berfirman:
Qur'an Surat Al-Isra' Ayat 7
Qur'an Surat Al-Isra' Ayat 7
Siapa kekuatan yang mampu menghancurkan Israel?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan:
Akan muncul dari Khurasan (Afghanistan) bendera-bendera hitam, maka tidak ada seorang pun yang mampu mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (Al-Quds)“. (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad).
Kehancuran Israel berarti kiamat telah dekat, sehingga banyak orang mempertahankan eksistensi Negara Israel tersebut, namun janji Allah dan Rasul-Nya pasti akan terlaksana:
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “ Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum Muslimin berperang dengan Yahudi, maka kaum Muslimin berhasil membunuh mereka sehingga Yahudi bersembunyi di balik pohon dan batu. Lalu batu atau pohon itu berkata : Wahai Muslim... Wahai hamba Allah… ini Yahudi sembunyi di belakangku, maka segera bunuh dia, kecuali gharqad karena ia adalah dari pohon Yahudi". (H.R. Muslim).
Pohon Gharqad di Israel
Penanaman Pohon Gharqad di Israel Menjadi Program Utama Pemerintah Israel
Tahukah kita bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa akan terjadi kemarau panjang yang akan melanda dunia. Diperkirakan kemarau panjang tersebut akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Cadangan air dunia saat ini hanya tersisa 3% saja.

Lalu apa artinya informasi ini bagi kita?
Artinya adalah keluarnya Dajjal telah sangat dekat. Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari. Ini berarti apa yang disabdakan Rasulullah telah terbukti.

Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal ditandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi.
Danau Thabariyyah / Danau Tiberias
Danau Thabariyyah / Danau Tiberias
Sudah dua tahun ini, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi. Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan.

Sedemikian, sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain. Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun.

Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.